Thursday, November 5, 2015

METODE DISKUSI DAN METODE KERJA KELOMPOK





METODE DISKUSI DAN METODE KERJA KELOMPOK

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Strategi Pembelajaran
Yang dibina oleh Drs. Suhel Madyono, M.Pd



Oleh :
Kelompok 2

1.      Dea Tera Peacse                                  130151614037 (08)
2.      Embun Sukade                                    130151613952 (11)
3.      Fira Hernanda Seran                           130151612092 (18)
4.      Muhammad Muhtar Asngari               130151613978 (25)


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan, suatu cara yang digunakan oleh pendidik dalam mencapai tujuan pembelajaran adalah melalui metode pembelajaran. Tentunya ada banyak metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah. Beberapa metode yang sering digunakan dalam pembelajaran di-antaranya adalah metode diskusi dan kerja kelompok.
Diskusi merupakan komunikasi seseorang berbicara satu dengan yang lain, saling berbagi gagasan dan pendapat untuk memecahkan suatu perma-salahan. Selain melatih kemampuan berpendapat dan berkomunikasi, diskusi juga bisa menstabilkan sosial emosional. Metode pembelajaran yang lain adalah kerja kelompok, yaitu format belajar mengajar yang menitikberatkan kepada interaksi antara anggota yang lain dalam suatu kelompok guna me-nyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama.
Hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap metode pembelajaran pasti ada manfaat atau kelemahannya, sehingga para pendidik harus cerdas dalam memahami berbagai metode pembelajaran agar nantinya dapat memilih me-tode yang tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajarannya. Dengan diterap-kannya  metode pembelajaran disekolah diharapkan mampu meningkatkan  kemampuan berpikir serta komunikasi dari peserta didik.


1.2  Rumusan Masalah
   1.      Apa yang dimaksud dengan metode diskusi?
   2.      Apa tujuan metode diskusi?
   3.      Apa alasan penggunaan metode diskusi?
   4.      Apa jenis-jenis dan langkah-langkah metode diskusi?
   5.      Apa kelebihan dan kekurangan metode diskusi?
   6.      Apa yang dimaksud dengan metode kerja kelompok?
   7.      Apa tujuan metode kerja kelompok?
   8.      Apa alasan penggunaan metode kerja kelompok?
   9.      Apa kelebihan dan kekurangan metode kerja kelompok?
1.3  Tujuan
   1.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan metode diskusi
   2.      Menjelaskan apa tujuan metode diskusi
   3.      Menjelaskan apa alasan penggunaan metode diskusi
   4.      Menjelaskan jenis-jenis dan langkah-langkah metode diskusi
   5.      Menjelaskan kelebihan dan kekurangan metode diskusi
   6.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan metode kerja kelompok
   7.      Menjelaskan apa tujuan metode kerja kelompok
   8.      Menjelaskan apa alasan penggunaan metode kerja kelompok
   9.      Menjelaskan apa kelebihan dan kekurangan metode kerja kelompok


BAB II

PEMBAHASAN
2.1  Metode Diskusi
Bila kita menemukan suatu masalah yang tidak dapat dipecahkan sendiri, maka kita akan meminta bantuan saudara atau orang lain untuk bersama-sama memikirkannya dan memberikan sumbang sarannya bagi pemecahan masalah itu. Kesempatan bagi anak usia sekolah dasar bekerja dalam kelompok kecil nampak demikian penting guna terselenggaranya proses diskusi diantara mereka.
Metode diskusi diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan pengajaran yang melibataktifkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif  pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Guru, peserta dan atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama ter-hadap topik yang dibicarakan dalam diskusi. Dengan demikian, metode diskusi merupakan interaksi antar peserta didik atau interaksi peserta didik dengan guru, untuk menganalisis, memecahkan masalah, menggali, atau memperdebat topik atau permasalahan tertentu.

    2.1.1 Tujuan Metode Diskusi
1.        Melatih peserta didik mengembangkan ketrampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan dan menyimpulkan bahasan.
2.        Melatih dan membentuk kestabilan sosial-emosional.
3.        Mengembangkan kemampuan berpikir sendiri dalam memecahkan masalah sehingga tumbuh konsep diri yang lebih positif.
4.        Mengembangkan keberhasilan peserta didik dalam menemukan pendapat.
5.        Mengembangkan sikap terhadap isu-isu kontroversial.
6.        Melatih peserta didik berani berpendapat tentang suatu masalah.

    2.1.2 Alasan Penggunaan Metode Diskusi
1.         Topik bahasan bersifat problematis.
2.         Merangsang peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam perdebatan ilmiah.
3.         Melatih peserta didik untuk berpikir kritis dan terbuka.
4.         Mengembangkan suasana demokratis dan melatih peserta didik berjiwa besar

    2.1.3 Jenis dan Langkah-langkah Diskusi
Jenis-jenis diskusi terdapat tiga macam yaitu diskusi kelas, kelompok kecil dan diskusi panel berikut penjabarannya :
1.         Diskusi kelas
Diskusi kelas atau disebut juga diskusi kelompok dalah proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi. Prosedur yang digunakan dalam jenis diskusi ini adalah : pertama guru mmbagi tugas dalam pelaksanaan diskusi , misalnya siapa yang akan menjadi moderator siapa yang menjadi penulis. Kedua sumber masalah (guru, siswa , ahli tertentu dari luar) Memaparkan masalah yang harus dipecahkan selama 10-15 menit. Ketiga siswa diberi kesempatan untuk menanggapi permasalahan setelah mendaftar pada moderator. Keempat sumber masalah memberi tanggapan , dan kelima , moderator menyimpulkan hasil diskusi.
2.         Diskusi Kelompok kecil
Diskusi ini dilakukan dengan membagi siswa dengan kelompok – kelompok. Jumlah angota kelompok antara 3-5 orang. Pelaksanaanya dimulai dari guru menyajikan permasalhan secara umum , kemudian masalah tersebut dibagi-bagi kedalam sub masalah yang harus dipecahkan setiap kelompok kecil. Selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya.
3.         Diskusi panel
Diskusi ini adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa panelis yag biasanya terdiri dari 4-5 orang dihadapan audiens. Diskusi ini berbeda dari diskusi lainnya. Dalam diskusi panel audiens tidak terlibat secara langsung , tetapi berperan hanya sekedar peninjau para panelis yang sedang melaksanakan diskusi. Oleh sebab itu agar diskusi panel efektif perlu digabungkan dengan metode lain, misalnya dengan metode penugasan. Siswa disuruh untuk merumuskan hasil pembahasan dalam diskusi.
Langkah-langkah dalam melaksanakan diskusi :
1.         Langkah persiapan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam persiapan diskusi diantaranya :
·           Merumuskan tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan yang bersifat umum ataupun khusus. Tujuan yang ingin dicapai mesti dipahami oleh setiap siswa sebagai peserta diskusi. Tujuan yang jelas dapat dijadikan sebagai kontrol dalam pelaksanaan.
·           Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, apabi;a tujuan yang ingin dicapai adalah penambahan wawasan siswa tentang suatu persoalan , maka dapat digunakan diskusi panel.
·           Menetapkan masalah yang akan dibahas. Masalah dapat ditentukan dari isi materi pembelajatan (masalah-masalah aktual yang terjadi dilingkungan masyarakat yang dihubungkan dalam materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkan
·           Mempersiapkan segalla sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruang kelas dengan segaala fasilitasnya, petugas diskusi, notulis dan tim perumus, apabila diperlukan.
2.         Pelaksanaan diskusi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksankan diskusi adalah :
·           Memeriksa segala persiapan yang diaggap dapat mempengaruhi kelancaran diskusi.
·           Memberikan pengarahan sebelum dilaksankan diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingin dicapai serta aturan-aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang ingin dilaksanakan.
·           Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan diskusi hendaklah memperhatikan suasana atau iklim belajar yang menyenangkan , misalnya tidak tegang dan, tidak saling menyudutkan.
·           Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan atau ide-idenya.
·           Mengendalikan pembicaraan kepada pokok persoalan yang sedang dibahas. Hal ini sangat penting, sebab tanpa pengendalian biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak fokus.
3.         Menutup Diskusi
Akhir dari proses pembelajaran dengan menggunakan diskripsi hendaklah dilakukan hal-ha sebagai berikut :
·           Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi.
·           Mereview jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.
2.1.4        Kelebihan dan kekurangan metode diskusi
Kelebihan Metode Diskusi
1.             Dapat mendorong partisipasi peserta didik secara aktif baik sebagai partisipasi, penanya, penyanggahan maupun sebagai ketua  atau moderator diskusi;
2.             Menimbulkan kreativitas dalam ide, pendapat, gagasan, prakarsa ataupun terobosan-terobosan baru dalam pemecahan masalah.
3.             Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis dan partisipasi demo0kratis;
4.             Melatih kestabilan emosi dengan menghargaib dan menerima pendapat orang lain dan tidak memaksakan pendapat sendiri sehingga tercipta kondisi memberi dan menerima (take and give)
5.             Keputusan yang dihasilkan kelompok akan lebih baik dari pada berfikir sendiri.
Kekurangan Metode Diskusi
1.             Sulit menentukan topik masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir peserta didik dan yang memiliki relevansi dengan lingkungan;
2.             Memerlukan waktu yang tidak terbatas;
3.             Pembicaraan atau pembahasan sering meluas dan mengambang;
4.             Didominasi oleh orang-orang tertentu yang biasanya aktif;
5.             Memerlukan alat yang fleksibel untuk membentuk tempat yang sesuai;
6.             Kadang tidak membuat penyelesaian yang tuntas walaupun kesimpulan telah disepakati namun dalam implementasi sangat sulit dilaksanakan;
7.             Perbedaan pendapat dapat mengundang reaksi di luar kelas bahkan dapat menimbulkan bentrokan fisik.
     2.2 Metode Kerja Kelompok
Metode mengajar dengan mengkondisikan peserta didik dalam suatu grup atau kelompok sebagai satu kesatuan dan diberikan tugas untuk dibahas dalam kelompok tersebut. Metode kerja kelompok adalah format belajar mengajar yang menitikberatkan kepada interaksi antara anggota yang lain dalam suatu kelompok guna menyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama karena itu guru dituntut untuk menyediakan bahan-bahan pelajaran yang sacara manipulasi mampu melibat aktifkan anak berkerjasama dan berkolaborasi dalam kelompok.
 Penerapan metode kerja kelompok menuntut guru untuk dapat me-ngelompokkan peserta didik secara arif dan proposional. Pengelompokan peserta didik dalam suatu kelompok dapat didasarkan pada: (a) fasilitas yang tersedia; (b) perbedaan individual dalam minat belajar dan kemampuan belajar; (c) jenis pekerjaan yang diberikan; (d) wilayah tempat tinggal peserta didik; (e) jenis kelamin; (f) memperbesar partisipasi peserta didik dalam kelompok; dan (g) berdasarkan pada lotre/random.
Selanjutnya, pembagian kelompok sebaiknya heterogen, baik dari segi kemampuan belajar maupun jenis kelamin agar terjadi dinamika kegiatan belajar yang lebih baik dari kelompok tidak terkesan berat sebelah yaitu ada kelompok yang kuat dan ada kelompok yang lemah.
    2.2.1 Tujuan Metode Kerja Kelompok
1.             Memupuk kemauan dan kemampuan kerjasama diantara para peserta didik;
2.             Meningkatkan keterlibatan sosio-emosional dan intelektual para peserta didik dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan dan;
3.             Meningkatkan perhatian terhadap proses dan hasil dari proses belajar mengajar secara berimbang.

     2.2.2 Alasan Penggunaan kerja kelompok
1.             Membuat peserta didik dapat bekerja sama dengan temannya dalam kesatuan tugas.
2.             Mengembangkan kekuatan untuk mencari dan menemukan bahan-bahan untuk melaksanakan tugas tersebut.
3.             Membuat peserta didik aktif.
     2.2.3 Kelebihan dan kekurangan metode kerja kelompok
Kelebihan Metode Kerja Kelompok :
1.             Membuat peserta didik aktif mencari bahan untuk menyelesaikan tugasnya;
2.             Menggalang kerjasama dan kekompakan dalam kelompok;
3.             Mengembangkan kepemimpinan peserta didik dan pengajaran ketrampilan berdiskusi dan proses kelompok.
  
Kekurangan Metode Kerja Kelompok :
     1.      Kerja kelompok hanya memberikan kesempatan kepada peserta didik yang aktif dan mampu untuk berperan sedangkan peserta didik yang terbelakang tidak berbuat apa-apa
     2.      Memerlukan fasilitas yang beragam baik untuk fasilitas fisik dan ruangan maupun sumber-sumber belajar yang harus disediakan.
BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Metode diskusi diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan pengajaran yang melibataktifkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif  pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis . Jenis jenis diskusi ada tiga diskusi kelas, diskusi kelompok kecil, diskusi panel. Adapun pengertian dari metode kerja kelompok adalah format belajar mengajar yang menitikberatkan kepada interaksi antara anggota yang lain dalam suatu kelompok guna me-nyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama karena itu guru dituntut untuk menyediakan bahan-bahan pelajaran yang sacara manipulasi mampu melibat aktifkan anak berkerjasama dan berkolaborasi dalam kelompok.





\
DAFTAR RUJUKAN

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.
Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup.
Sumantri, Mulyai. Permata, Johar. 1998/1999. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Diirektorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tinggi Guru Sekolah Dasar

 

 









1 comment:

  1. darisitu saya lebih memilih kerja kelompok yg bersama sama kerja .

    ReplyDelete